Biodata

Halaman Biodata, merupakan data penulis penulis. Nama : Amarullah Wanahi dipanggil : AMAR' Lubai. Lahir di desa Jiwa Baru, kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Saat ini berdomisili di kelurahan Kedamaian, kecamatan Kedamaian, kota Bandar Lampung, provinsi Lampung.

Tulisan pada halaman biodata, diharapkan dapat memberikan informasi tentang data penulis. Semoga bermanfaat, bagi kita semua.

Biodata

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم  ا - لسلام عليكم

  • Terlahir dengan nama : Amarullah Wanahi, Nama panggilan : Amar. 
  • Tempat lahir : desa Baru Lubai - Muara Enim - Sumatera Selatan. 
  • Tanggal : lahir 12 Januari 1961. 
  • Agama : Islam.
  • Jenis kelamin : Laki-laki. 
  • Nama ayah : Muhammad Ibrahim bin Haji Hasan, adalah seorang pejuang kemerdekaan. 
  • Nama ibu : Nafisyah binti Wakif, adalah seorang ibu rumah tangga. 
  • Anak ke : 7 (tujuh) dari 11 (sebelas) saudara. 
  • Pendidikan : Sarjana Komputer, jurusan Sistem Informasi. 
  • Hobi : membaca, menulis dan bermain catur on line. 
  • Alamat rumah : Jl. P. Antasari - Bandar Lampung - Lampung. 
  • Prestasi : Karyawan terbaik tahun 2017, pada KPPN Bandar Lampung.
  •  Cita-cita : menjadi manusia yang memahami tujuan hidup. 
  • Email : amarkppn@gmail.com. 
  • Berat : 61 kilo gram. 
  • Tinggi : 162 gram.

Filosofi Hidup

Keluarga penulis bukan berasal dari kaum bangsawan dan kaum hartawan. Pola kehidupan keluarga penulis, mengutamakan hidup dalam kesederhanaan. Pola hidup kesederhaan ini selalu ditanamkan oleh kedua orang tua penulis, kepada anak-anak keturunannya. Jatuh bangunnya perekonomian keluarga penulis, membuat kami anak-anak keturunannya tabah dalam menghadapi beberapa masalah hidup ini.

Ada falsafah hidup yang sering dikatakan Ayahanda kepada penulis yaitu jadikan diri kita laksana air mengalir. Kadang mengalir dengan deras, kadang mengalir dengan tenang. Kalau lagi berpunya harta benda jangan lupa diri dan kalau lagi dalam kekurangan harta jangan ditunjukan pada orang lain. Dalam bahasa Lubai disebut kalu lagi berete jangan galak ngancak dan kalu lagi buntu jangan ditunjukan kejeme lain.  

© 2017 AMAR' Lubai, All rights reserved
Powered by Webnode
Create your website for free! This website was made with Webnode. Create your own for free today! Get started