Pemeliharaan
Selamat Datang, dihalaman Pemeliharaan. Pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiangan serta pengendalian hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan bila terdapat benih yang tidak tumbuh atau tidak normal. Penyulaman dilakukan pada umur 1 sampai 2 minggu.
Penyiangan
dimaksudkan untuk memberantas gulma. Penyiangan dapat dilakukan secara
mekanis atau kimiawi. Penyiangan dilakukan pada waktu sebelum pemupukan
tanaman atau sesuai kebutuhan. Bumbun (dangir) disekitar tanaman
dilakukan setelah penyiangan untuk mempermudah pembuangan air. Tanah
diantara tanaman dicangkul agar renggang dan gembur.
Masyarakat Lubai kalau membuat Ladang Padi Darat, biasanya tidak pernah menggunakan pupuk. Hal ini telah di - laksanakan sejak ratusan silam, secarta turun temurun. Pemumpukan kepada tanaman padi, dianggap kurang baik. Dapat menyebabkan tanaman padi subur, namun tanahnya menjadi ketergantungan terhadap pupuk tersebut. Maksudnya jika tidak dipupuk, maka tanaman apapun pada tanah tersebut tidak akan subur.
Perkecambahan
Tahap Perkecambahan benih (germination)
Pada fase ini benih akan menyerap air dari lingkungan (karena perbedaan
kadar air antara benih dan lingkungan), masa dormansi akan pecah
ditandai dengan kemunculan radicula dan plumule. Faktor yang
mempengaruhi perkecambahan benih adalah kelembaban, cahaya dan suhu.
Petani biasanya melakukan perendaman benih selama 24 jam kemudian diperam 24 jam lagi. Tahan perkecambahan benih berakhir sampai daun pertama muncul dan ini berlangsung 3-5 hari.
Untuk benih padi proses penanaman melalui tugalan, maka perendaman tidak mungkin dilaksanakan. Benih padi saat pelaksanaan tugalan, langsung dibenamkan kedalam tanah.
Pertunasan
Tahap Pertunasan (seedling stage)
Tahap pertunasan mulai begitu benih berkecambah hingga menjelang anakan
pertama muncul. Umumnya petani melewatkan tahap pertumbuhan ini di
persemaian. Pada awal di persemaian, mulai muncul akar seminal hingga
kemunculan akar sekunder (adventitious) membentuk sistem perakaran
serabut permanen dengan cepat mengganti kan radikula dan akar seminal
sementara.
Di sisi lain tunas terus tumbuh, dua daun lagi terbentuk. Daun terus berkembang pada kecepatan 1 daun setiap 3-4 hari selama tahap awal pertumbuhan sampai terbentuknya 5 daun sempurna yang menandai akhir fase ini. Dengan demikian pada umur 15 - 20 hari setelah sebar, bibit telah mempunyai 5 daun dan sistem perakaran yang berkembang dengan cepat. Pada kondisi ini, bibit siap dipindahtanamkan.
Pembentukan Anakan
Tahap Pembentukan anakan (tillering stage)
Setelah kemunculan daun kelima, tanaman mulai membentuk anakan bersamaan dengan berkembangnya tunas baru. Anakan muncul dari tunas aksial (axillary) pada buku batang dan menggantikan tempat daun serta tumbuh dan berkembang. Bibit ini menunjukkan posisi dari dua anakan pertama yang mengapit batang utama dan daunnya. Setelah tumbuh (emerging), anakan pertama memunculkan anakan sekunder, demikian seterusnya hingga anakan maksimal.
Pada fase ini, ada dua tahapan penting yaitu pembentukan anakan aktif kemudian disusul dengan perpanjangan batang (stem elongation). Kedua tahapan ini bisa tumpang tindih, tanaman yang sudah tidak membentuk anakan akan mengalami perpanjangan batang, buku kelima dari batang di bawah kedudukan malai, memanjang hanya 2-4 cm sebelum pembentukan malai. Sementara tanaman muda (tepi) terkadang masih membentuk anakan baru, sehingga terlihat perkembangan kanopi sangat cepat. Secara umum, fase pembentukan anakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari.
Pada tanaman yang menggunakan sistem tabela (tanam benih langsung) periode fase ini mungkin tidak sampai 30 hari karena bibit tidak mengalami stagnasi seperti halnya tanaman sistem tapin yang beradaptasi dulu dengan lingkungan barunya sesaat setelah pindah tanam.
Bunting
Tahap Bunting (booting stage)
Perkembangan tanaman pada tahapan ini diawali
dengan inisiasi bunga (panicle initiation). Bakal malai terlihat berupa
kerucut berbulu putih (white feathery cone) panjang 1,0-1,5 mm. Pertama
kali muncul pada ruas buku utama (main culm) kemudian pada anakan dengan
pola tidak teratur. Ini akan berkembang hingga bentuk malai terllihat
jelas sehingga bulir (spikelets) terlihat dan dapat dibedakan.
Malai muda meningkat dalam ukuran dan berkembang ke atas di dalam pelepah daun bendera menyebabkan pelepah daun menggembung (bulge). Penggembungan daun bendera ini disebut bunting sebagi tahap kedua dari fase ini (booting stage).Bunting terlihat pertama kali pada ruas batang utama. Pada tahap bunting, ujung daun layu (menjadi tua dan mati) dan anakan non-produktif terlihat pada bagian dasar tanaman.
Tahap Keluar Malai (heading stage)
Tahap selanjutnya dari fase ini adalah tahap keluar malai. Heading
ditandai dengan kemunculan ujung malai dari pelepah daun bendera. Malai
terus berkembang sampai keluar seutuhnya dari pelepah daun.
Akhir fase ini adalah tahap pembungaan yang dimulai ketika serbuk sari menonjol keluar dari bulir dan terjadi proses pembuahan.
Padi bunting didalam bahasa Lubai disebut Padi ngudung, sering juga padi sedang ngudung.
Pembungaan
Tahap Pembungaan (flowering stage)
Pada pembungaan, kelopak bunga terbuka, antera menyembul keluar dari kelopak bunga (flower glumes) karena pemanjangan stamen dan serbuksari tumpah (shed). Kelopak bunga kemudian menutup. Serbuk sari atau tepung sari (pollen) jatuh ke putik, sehingga terjadi pembuahan. Struktur pistil berbulu dimana tube tepung sari dari serbuk sari yang muncul (bulat, struktur gelap dalam ilustrasi ini) akan mengembang ke ovary.Proses pembungaan berlanjut sampai hampir semua spikelet pada malai mekar. Pembungaan terjadi sehari setelah heading. Pada umumnya, floret (kelopak bunga) membuka pada pagi hari. Semua spikelet pada malai membuka dalam 7 hari. Pada pembungaan, 3-5 daun masih aktif.
Anakan pada tanaman padi ini telah dipisahkan pada saat dimulainya pembungaan dan dikelompokkan ke dalam anakan produktif dan nonproduktif. Fase reproduktif yang diawali dari inisiasi bunga sampai pembungaan (setelah putik dibuahi oleh serbuk sari) berlangsung sekitar 35 hari. Pemberian zat pengatur tumbuh atau penambahan hormon tanaman (pythohormon) berupa gibberlin (GA3) dan pemeliharaan tanaman dari serangan penyakit sangat diperlukan pada fase ini. Perbedaan lama periode fase reproduktif antara padi varietas genjah maupun yang berumur panjan tidak berbeda nyata. Ketersediaan air pada fase ini sangat diperlukan, terutama pada tahap terakhir diharapkan bisa tergenang 5 - 7 cm.
Pematangan
Tahap matang susu ( Milk Grain Stage )
Tiga tahap akhir pertumbuhan tanaman padi merupakan fase pemasakan. Pada
tahap ini, gabah mulai terisi dengan bahan serupa susu. Gabah mulai
terisi dengan larutan putih susu, dapat dikeluarkan dengan
menekan/menjepit gabah di antara dua jari. Malai hijau dan mulai
merunduk. Pelayuan (senescense) pada dasar anakan berlanjut. Daun
bendera dan dua daun di bawahnya tetap hijau. Tahap ini paling disukai
oleh walang sangit. Pada saat pengisian, ketersediaan air juga sangat
diperlukan. Seperti halnya pada fase sebelumnya, pada fase ini
diharapkan kondisi pertanaman ter genang 5 - 7 cm.
Tahap gabah ½ matang (dough grain stage)
Pada tahap ini, isi gabah yang menyerupai susu berubah menjadi gumpalan
lunak dan akhirnya mengeras. Gabah pada malai mulai menguning. Pelayuan
(senescense) dari anakan dan daun di bagian dasar tanaman nampak semakin
jelas. Pertanaman terlihat menguning. Seiring menguningnya malai, ujung
dua daun terakhir pada setiap anakan mulai mengering.
Tahap gabah matang penuh (Mature Grain Stage)
Setiap gabah matang, berkembang penuh, keras dan berwarna kuning. Tanaman padi pada tahap matang 90 - 100 % dari gabah isi berubah menjadi kuning dan keras. Daun bagian atas mengering dengan cepat (daun dari sebagian varietas ada yang tetap hijau). Sejumlah daun yang mati terakumulasi pada bagian dasar tanaman. Berbeda dengan tahap awal pemasakan, pada tahap ini air tidak diperlukan lagi, tanah dibiarkan pada kondisi kering.
Mehumput Ume
Apakah mehumput ume itu?
Mehumput ume artinya merumput ladang. Apa yang dirumput? Semua yang menggangu pertumbuhan padi di ladang, berupa gulma maka akan dibersihkan. Jadi mehumput ume artinya membersihkan gulma di ladang atau ume. Penyiangan ladang perlu dilakukan agar tanaman padi darat tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar. Penyiangan dimaksudkan agar tanaman padi darat tumbuh dengan baik.
Apa peralatan mehumput ume?
Kegiatan peladang setelah menugal padi adalah 'mehumput ume' atau merumput ladang. Alat digunakan untuk menghumput ume adalah tengkuit bingkok. Merumput ladang 'mehumput ume', tidak terlalu susah dilaksanakan, ter utama saat padi masih berumur 2 bulan, dikarenakan pohon padi belum tinggi. Namun jika usia tanaman padi kita telah berumbur 4 bulan, pohon padinya sudah tinggi pekerjaan merumput ladang jadi agak sulit. Badan kita menjadi gatal-gatal kalau kena daun padi yang tajam, terutama bagian lengan tangan kita.
Apa saja jenis rumputnya?
Rumput yang tumbuh diladang padi darat, desa Jiwa Baru, kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan, seperti rumput junar, rumput guyun, rumput merdike. Adapun tunas-tunas dari kayu putat dan kayu marsepang paling sulit untuk dibersihkan
Hama Padi Darat
1. Hama lalat bibit
Lalat bibit (Atherigona oryzae) termasuk hama penting yang harus dijauhkan dari pada padi darat. Larva dari lalat ini menimbulkan kerusakan pada tanaman muda. Larva menyerang anakan tanaman padi yang sedang tumbuh, sehingga anakan mati seperti terserang sundep. Anakan yang dapat bertahan daunnya cacat dan mudah sobek dan pada umumnya tanaman yang terserang hama ini dapat sembuh, tetapi akan terlambat masak sekitar 7 - 10 hari.
2. Hama lundi
Hama lundi (Phillophaga helleri) atau lebih dikenal dengan hama uret termasuk hama penting pada pertanaman padi darat. Stadia yang merusak dari hama lundi adalah larvanya. Untuk hidupnya, hama ini membutuhkan kelembaban tanah yang tinggi. Disamping itu hama lundi menyukai tanaman yang berakar serabut. Pemakaian bahan organik juga dapat mendorong hama lundi karena larva yang baru menetas akan makan bahan organik yang ada di dalam tanah. Tanaman padi yang terserang menjadi kerdil dan kayu.
3. Hama wereng coklat
Wereng penyerang batang padi, wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus.
Kandang Ume
Apa itu kandang ume?
Kandang ume adalah pagar ladang padi darat. Setiap ladang di daerah Lubai, harus dibuatkan pagar dari kayu. Pagar ladang, dalam bahasa
Lubai disebut kandang ume. Proses pemagaran ini dinamakan "ngandang ume".
Bagaimana cara membuat kandang ume?
Aku pernah melihat ayahanda kami Muhammad Ibrahim bin Haji Hasan, membuat kandang ume. Mula-mula kayu sebesar betis kaki orang dewasa dan panjangnya 175 centi meter, diambil dari hutan dekat peladangan. Kayu yang dipilih dari jenis kayu pelawan, kayu gelam dan yang bagus kayu simpur. Kayu Simpur walaupun tidak keras, namun dapat tumbuh kembali. Kayu-kayu tersebut dibuatkan runcing, dengan menggunakan pisau 'golok'. Kayu-kayu ini akan ditancapkan ketanah, untuk menahan beban
pagar. Warga desa Jiwa Baru, kecamatan Lubai, menyebutnya "tajar kandang".
Setelah Tajar ditancapkan kedalam tanah, kayu-kayu sebesar paha orang dewasa akan ditaruhkan didekat tajar tersebut. Kayu-kayu tersebut disusun dalam kondiri rebah mengikuti arah tanah, setinggi pagar lebih kurang 175 cm. Adapun penyusunan kayu-kayu yang dijadikan pagar ladang, panjang
3 meter. Kayu yang
dipergunakan biasanya sisa-sisa dari pembakaran lahan peladangan. Jika masih kekurangan kayu, sebagian
diambil dari hutan muda lainnya.
Untuk mengikat kayu yang disusun, kedalam tajar biasanya menggunakan akar. Akar yang digunakan merupakan yang awet kena panas dan hujan. Jadi tidak sembarang akar saja, yang dijadikan pengikat 'kandang ume. Saat ayahanda kami membuat 'kandang ume' beliau menggunakan kawat kuningan. Kawat kuningan diproleh dari paman Muhmmad Haris bin Wakif.
Apa fungsi kandang ume itu?
Kandang ume berfungsi untuk menjaga ladang padi dari serangan hewan liar seperi babi hutan. Babi hutan termasuk musuh utama petani ladang padi darat. Apabila ladang padi darat tidak dikandang, jangan berharap akan mendapat panen padi sukses. Kalau hewan seperti burung pipit, ayam beruga tidak dapat dijaga dengan kandang ume. Hewan hewan seperti ini, diusir dengan boneka orang-orangan.
Dangau ume
Apa danggau itu?
Danggau adalah sebuah tempat berteduh di sawah atau di ladang. Bentuknya seperti rumah panggung kecil, dengan tiang dari kayu. Danggau selain dijadi orang tempat berteduh, sekaligus untuk menjaga tanaman.
Bagaimana proses membuat danggau itu?
Kayu yang
dipergunakan biasanya diambil dari sisa-sisa pembakaran lahan peladangan. Danggau
dibuat dalam bentuk panggung, dengan ketinggian lebih kurang 2 meter. Agar
praktis biasanya kayu yang digunakan untuk tiang adalah kayu yang mempunyai
cabang, sehingga mudah untuk menempakan kayu diatas cabang tadi.
Ukuran besar danggau ini biasanya, panjang 4 meter dan lebar 3 meter. Lantai panggung digunakan papan, atau menggunakan bambu. Dinding danggau menggunakan kulit kayu kahas atau gaharu. Atapnya danggau menggunakan daun sehedang sejenis pohon nipah.
