'cerita desaku'

Selamat datang dihalaman 'desaku'. Halaman ini dibuat untuk menuliskan cerita desa tempat kelahiranku, suatu desa kecil di kabupaten Muara Enim. Desa kelahiranku, terletak ditepian sungai Lubai, pada poros jalan desa Pagar Gunung menuju desa Gunung Raja.

Kepada sanak keluarga kami, didesa Jiwa Baru maupun diperantauan dipersilakan untuk membacanya. Maafkan apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Kesempurnaan hanya milik Allah, aku hanya menuliskan sebatas kemampuan pengetahuanku...

Jiwa Baru

Tempat kelahiran dan tempat bermain masa kecil tak pernah bisa dilupakan. Desa Jiwa Baru, kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Masa kecil aku habiskan bersama keluarga yang bahagia di desa nan indah ini. Desa ini jauh dari keramaian kota,  dan kota terdekat Prabumulih berjarak 40 kilo meter. Warga desa kami, hanya bergaul dengan orang-orang di sekitarnya saja. Jadi, wajar saja kami begitu selalu merasa dekat satu sama lain. Banyak kenangan akua dan teman-teman masa kecil di desa ini. 

Bermain kelereng, bermain sepidak buah balam 'karet', berenang dan main sur-suran 'meluncur' di sungai Lubai sepulang sekolah. Mencari buah setol 'kecapi', buah manggis dan rukam. Dan yang paling seru mencari buah binjai ketika musim rawang sungai Lubai. Semuanya itu, kini menjadi kenangan yang tak kan terlupakan.

Pada hakikatnya desa Jiwa Baru sudah ada sejak dahulu yaitu pada beberapa ratus tahun silam, hanya saja bukti-bukti sejarah belum terkodinir dengan baik, sehingga dalam penyusunan dan penulisan sejarah desa Jiwa Baru sampai kini, belum didapatkan bukti-bukti tertulis yang pasti. Kendatipun demikian menurut penuturan pemuka-pemuka masyarakat serta orang-orang lanjut usia sekiranya dapat di yakini ada dituturkan sebagai berikut :

1. Asal Usul

Nama desa : Jiwa Baru dalam "bahasa Lubai disebut duson Jiwe Empai. Nama ini diambil dari nama 2 desa yang digabungkan yaitu : desa Kurungan Jiwa dan desa Baru Lubai. Setelah digabungkan, ada beberapa pilihan nama desa seperti : Kurungan Baru, Kurungan Lubai, Jiwa Baru, Jiwa Lubai, Baru Kurungan, Baru Jiwa, Lubai Kurungan, Lubai Jiwa. Nama Jiwa Baru ditetapkan menjadi nama desa, setelah 2 desa digabungkan tersebut

Desa Kurungan Jiwa adalah sebuah desa tua di marga Lubai suku 1, menurut penuturan masyarakat secara turun temurun, bahwa desa ini pada zaman dahulu, tempat bermukim para pendekar mempunyai ilmu pertahanan tubuh yang mempuni. Dikisahkan pada zaman pemerintahan kesultanan Palembang Darussalam berkuasa, sering datang serangan para pendekar dari daerah Pasemah, Pagar Alam ke marga Lubai suku 1, namun serangan itu dapat di halau oleh para pendekar desa Kurungan Jiwa.

Desa Baru Lubai adalah sebuah desa tua di marga Lubai suku 1, menurut penuturan masyarakat secara turun temurun, bahwa desa ini semula letaknya di hulu desa Kurungan Jiwa, terletak dekat pemakaman umum. Sehubungan dengan desa Baru Lubai, tempat bermukim para kepala pemerintahan dan merupakan ibukota marga Lubai suku 1, maka desa ini dipindahkan kearah hilir, seperti letaknya saat ini. Berdasarkan penuturan dari Ayahanda penulis, Muhammad Ibrahim bin kakek Haji Hasan bin Puyang Aliakim bin Puyang Sinar bin Puyang Riamad bin Puyang Natakerti, bahwa yang pernah menjadi kepala marga Lubai suku 1 antara lain : Puyang Depati Subot, Pugok Pangeran Kori, Pugok Haji Muhammad Dum bin Puyang Maliki.

Penghuni pemula kampung Jiwa Baru diperkirakan hanya beberapa kepala keluarga saja. Jadi penduduk pemula kampung Jiwa Baru diperikirakan anak keturunan dari puyang Serampu. Sebagian masyarakat Jiwa Baru, mempercayai bahwa makam puyang Serampu terletak ditepian sungai Lubai, dekat dengan lahan pertanian Talang Aji. Talang Aji menurut aku, adalah bekas permukiman awal desa Jiwa Baru.

2. Sumber sejarah

  1. Untuk Onderafdeeling Lematang Ilir sebagai mana ditentukan oleh Staatsblad tanggal 27 Juni 1918 Nomor 352, telah mempunyai Dewan (Plaatselijke Raad atau Locale Raad), yang keluar oleh Controleur, dengan 23 orang anggota, yang terdiri dari 21 orang Bangsa Bumiputra (para Demang/Ass. Demang dan para Pasirah), dan 1 orang bangsa asing serta 1 orang bangsa Eropa, dengan berkedudukan di Muara Enim
  2. Marga Rambang Kapak Tengah, Marga Lubai Suku I, dan Marga Lubai Suku II. termasuk dalam wilayah Pemerintahan Onderafdeeling Ogan Ulu. Desa Kurungan Jiwa dan Baru Lubai termasuk dalam wilayah pemerintahan marga Lubai suku 1
  3. Makam tua terletak ditepi sungai Lubai, dekat Talang Haji, usianya diperkirakan sudah ratusan tahun, menurut penuturan Paman Yahmun bin Kakek Soleh, bahwa makam itu salah satu Puyang pendiri desa Jiwa Baru
  4. Pohon Tanjung tanaman puyang didekat Masjid Attaqwa, desa Jiwa Baru, batangnya berdiameter 100 centi meter, pohonya tinggi 15 meter, cabangnya banyak, daunnya rimbun bunganya lebat, diperkirakan sudah berusia ratusan tahun

3. Letak desa

Desa Jiwa Baru sering disingkat Jibalub (Jiwa Baru Lubai, Jibar (Jiwa Baru), adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan

Kenang-kenangan

Salah satu kreasi muda mudi di Jiwa Baru, pada era tahun 1970 adalah membuat tulisan kenangan-kenangan. Biasanya media tempat menuliskan kenang-kenangan ini pada papan dinding rumah panggung kayu. Kekompakan dan keakraban merupakan salah satu kebiasaan pemuda pemudi desa Jiwa Baru. Kebiasaan tersebut dapat kita lihat dari pergaulan mereka sehari-hari. Misalnya mereka pergi kerumah gadis bersama-sama, terdiri dari beberapa orang pemuda. 

Salah satu tradisi bujang gadis desa Jiwa Baru adalah membuat pempek 'empek-empek'. Sudah menjadi kebiasaan yang memberikan biaya pembuatan pempek itu pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang memasak. Tempat acara memasak pempek dirumah panggung kayu, salah seorang gadis. Para pemuda pemudi desa Jiwa Baru sangat gembira mengikuti acara memasak pempek. Karena biasanya sambil menunggu pempek matang, pemuda-pemudanya mengobrol atau bersenda gurau. Sudah tentu acara seperti ini akan menjadi kenangan yang indah. 

Untuk mengingat kenang-kenangan tersebut,  mereka menuliskan pada dinding rumah. Salah satu contoh tulisan kenang-kenangan tersebut sebagai berikut :

Kenang-kenangan kami ber-empat.

1. Amarullah
2. Yanadi
3. Hafiz
4. Joni

Kenang-kenangan ini dibuat tanggal 17 bulan Juli tahun 1970. Setelah  membuat acara memasak pempek dihumah Fulannah.

© 2017 AMAR' Lubai, All rights reserved
Powered by Webnode
Create your website for free! This website was made with Webnode. Create your own for free today! Get started