Cinta Masa SMA

Halaman Cinta Masa SMA merupakan tempat menuliskan cerita tentang ketertarikan penulis kepada seorang gadis. Cerita ini hanya sekedar untuk membuat halaman cinta masa SMA, ada tulisannya. Tidak ada maksud lain, dan kisah cinta sesungguhnya kepada perempuan itu laksana angin berlalu. Angin itu bebas bergerak kemanapun dia mau.

  • Temanku Manis

Temanku Manis

Pada masa sekolah SMA, aku termasuk seserang yang jauh dari pergaulan teman perempuan. Rasa ketertarikan kepada seorang sebenar ada, namun saat itu lebih mengutamakan belajar daripada cari pacar. Namun untuk mengisi cerita halaman cinta masa SMA, penulis akan menuliskan kisah temanku manis.

Sebut saja namanya, Erni. Aku menilainya dia seorang gadis yang manis. Mengapa aku menyebutnya dia manis, tapi bukan cantik. Manis itu wajahnya enak dipandang, meski dalam keadaan tidak berdandan. Dan kulitnya memang hitam manis, putih atau kuning langsat. Perempuan  tipe manis memiliki kecantikan yang alami. Sebenarnya perempuan berparas manis ini tidak terlalu cantik, tapi tak pernah membosankan, selalu menarik dan menyenangkan ketika dipandang. Perempuan berwajah manis dapat tampil mempesona dengan aura kecantikan dalam dirinya meskipun tanpa menggunakan riasan wajah. 

Kami hanya berteman biasa, walaupun sesungguhnya aku rasa suka kepadanya. Temanku Erni, saat suka dibilang sudah punya pacar. Walaupun aku dia sudah punya, aku sering ngajak pulang sekolah bersama-sama. Walaupun saat pulang sekolah, kami hanya berjalan kaki. Tapi hati ini, diliputi rasa senang dapat pulang bersama dengan temanku manis.

Aku pernah bermain kerumahnya pada malam minggu, tapi dirumahnya kami hanya mengobrolkan tentang pelajaran sekolah. Tidak sedikitpun ada kata-kata tentang percintaan. Aku teringat sebuah ungkapan "jika kamu mencintai dua orang dalam waktu yang sama, maka pilihlah orang kedua karena jika kamu benar-benar mencintai orang yang pertama, kamu tidak mungkin jatuh cinta pada orang kedua".

Andaikan aku menjadi angin, aku ingin selalu bersamamu. Namun aku hanyalah angin yang melintas sejenak didalam hidupmu. Aku sering melitas dihadapmu, aku sering mencuri pandang wajahmu. Namun aku tahu, engkau memang bukan untuk menjadi pacarku. Memang rasa suka, rasa senang, rasa sayang itu tidak dipaksakan. Kita memang dipertemukan menjadi teman sekelas di SMA dan ditaqdir hanya menjadi teman saja.

Sekian, ceritaku cinta semasa SMA..

© 2017 AMAR' Lubai, All rights reserved
Powered by Webnode
Create your website for free! This website was made with Webnode. Create your own for free today! Get started