KTUA
Halaman KTUA merupakan kisah hidupku, selama bertugas pada Kantor Tata Usaha Anggaran (KTUA), Alamat : Jl. Cut Mutia Nomor 23 A Bandar Lampung. Tanggal : 07 Januari 1985, Hari pertama saya melaksanakan tugas sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan, Direktorat Jenderal Anggaran, Kantor Tata Usaha Anggaran (KTUA) Bandar Lampung. Tanggal 1 Maret 1985, Diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan, Direktorat Jenderal Anggaran, Kantor Tata Usaha Anggaran (KTUA) Bandar Lampung di Seksi Penata Usaha Anggaran Perbendaharaan, golongan II.a pangkat pengatur muda.
Semoga anda senang membaca kisah hidupku, selama bertugas pada KPKN Bandar Lampung dan dapat mengambil hikmahnya. Tiada kata sebagai ungkapan rasa senang kami atas kunjungan anda, kecuali terima kasih...
Salam kompak, para netter.
Seksi PTUP
Periode tanggal 1 April 1985 - 30 Maret 1987

Nama Instansi :
Kantor Tata Usaha Anggaran (KTUA), Alamat : Jl. Cut Mutia Nomor 23 A Bandar Lampung. Tahun 1986 sampai dengan tahun 1987, penulis bertugas pada seksi Penata Tata Usahaan Perbendaharaan (PTUP). Kepala Seksinya Bapak Wagiran.
Tugas pokok :
Memeriksa kelengkapan data dan lampiran SPM lembar 2 dari Kantor Perbendaharaan Negara Bandar Lampung, Metro dan Kotabumi. Pemeriksaan SPM lembar 2 tersebut meliputi : ketepatan pembebanan anggaran, pengetikan mata anggaran pengeluaran dan pengetikan mata anggaran penerimaan. Setelah SPM lembar 2 tersebut, diteliti sesuai aturan yang berlaku. Selanjutnya disortir sesuai dengan Bagian Anggaran dan Jenis Belanja. Dengan menggunakan blangko laporan Perbendaharaan 6 (P6), SPM lembar 2 yang di sortir dibuatkan konsep laporan P6 - P7.
Aktivitas :
Penulis pada awal bertugas, laksana bayi yang baru belajar merangkak. Bekerja masih memerlukan bimbingan senior. Setiap hari belajar meniliti kebenaran SPM 2 lembar kedua. Senior kami, Ganesh Harsono, S.H., tidak pernah merasa bosan memberikan bimbingan kepada kami. Bagaimana cara meneliti SPM lembar 2 dengan baik dan benar, Bagaimana cara mensortir SPM lembar 2 dengan baik dan benar, Bagaimana cara membuat laporan Perbendaharaan 6 dengan baik dan benar.
Pekerjaan pada seksi PTUP, dimulai dengan meneliti kebenaran urai-uraian pada SPM, dilanjutkan dengan meneliti lampiran-lampiran SPM tersebut. SPM lembar 2 yang telah diteliti, disortir sesuai dengan Bagian Anggaran, Jenis Belanja. SPM lembar 2 yang disortir dimasukkan kedalam Map. Proses selanjutnya membuat konsep laporan P6, Perdepartemen/lembaga. Pengetikan laporan P6, biasa dimulai pada akhir bulan berkenaan dan diselesaikan pada awal bulan berikutnya.
Aktivitas ini, setiap hari penulis laksanakan rasa suka dan rasa gembira. Waktu selalu bergerak, perubahan pasti terjadi. Untuk kepentingan organisasi, penulis telah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Tidak pekerjaan, ada kendalanya. Semua berjalan sesuai target dan sasaran.
Prestasi :
Sebagai seorang junior, pada seksi PTUP penulis tidak ada prestasi yang mendapat penghargaan. Hanya menjadi pegawai biasa saja.
Kesan dan Pesan :
Kesan penulis, tanggal 1 Maret 1985m diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan, Direktorat Jenderal Anggaran, Kantor Tata Usaha Anggaran (KTUA) Bandar Lampung di Seksi Penata Usahaan Anggaran Perbendaharaan, golongan II.a pangkat pengatur muda. Suatu kebanggaan bagi penulis, dapat menjadi CPNS Departemen Keuangan Republik Indonesia.
Kesan penulis selanjutnya adalah tiada kata jemu, untuk belajar. Tiada bosan, untuk bertanya. Bekerja dengan semangat jiwa muda. Pada tanggal 1 April 1987, penulis dipindahkan dari seksi PTUP ke seksi PPKN. Mutasi pertama, penulis bertukar tempat dengan Rahmanuddin.
Pesan penulis, hai teman-teman...! Jangan jemu untuk saling bertukar pikiran. Marilah selalu berbuta baik kepada sesama teman kerja. Hidup kita lama diruang kantor daripada dirumah...
Sekian, semoga bermanfaat bagi pembaca.
Seksi PPKN
Periode tanggal 1 April 1987 - 30 Maret 1990

Instansi :
Kantor Tata Usaha Aanggaran Bandar Lampung, Jl. Cut Meutia No.23 Teluk Betung, Bandar Lampung. Mutasi ke-satu, bertugas pada Seksi Pemeriksaan Pembukuan Kas Negara.
Pada tanggal 1 April tahun 1987, berdasarkan Nota Dinas Kepala KTUA Bandar Lampung, aku ditugaskan membukukan penerimaan negara berdasarkan potongan-potongan SPM lembar 3 dan membuat laporan Perbendaharaan 7 (P-7). Tugas sebagai pembukuan penerimaan potongan SPM lembar 3 dan pembuat laporan P-7 berakhir pada tanggal 30 Maret 1990..
Tugas pokok :
Memeriksa kelengkapan data dan lampiran SPM lembar 3 dari Kantor Kas Negara Bandar Lampung. Didalam melakukan pemeriksaan SPM lembar 3 tersebut meliputi : ketepatan pengetikan mata anggaran penerimaan. Setelah SPM lembar 3 tersebut, diteliti sesuai aturan yang berlaku. Selanjutnya disalin kedalam belangko laporan Perbendaharaan 7 (P-7) untuk dijadikan konsep laporan P-7.
Aktivitas :
Penulis pada awal bertugas, di seksi Pemeriksaan Pembukuan Kas Negara, hanya menemui kesulitan untuk menyesuaikan waktu beristirahat saja. Berdasarkan pengalaman bertugas pada seksi PTUP, bagaimana cara meneliti SPM lembar 3 dengan baik dan benar, Bagaimana cara membuat laporan Perbendaharaan 7 dengan baik dan benar, tidak memerlukan bimbingan dari senior lagi.
Setiap bulan Laporan Perbendaharaan 7 dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat pembukuan. Sampai dengan berakhir tugas disini, penulis tidak melakukan kesalahan. Bahkan kepala Seksi PPKN Bapak W. Gultom, sangat mengapresiasi hasil kinerja penulis.
Prestasi :
Setelah berbulan-bulan belajar laporan P7 penulis menjadi paham dan terampil membuat laporan ini. Namun prestasi yang membanggakan, tidak ada mendapatkan berupa penghargaan. Saat itu, belum ada suatu pemberian penghargaan kepada pegawai yang bekerja keras dan kerja tuntas.
Kesan dan Pesan :
Kesan penulis, bahwa mencintai pekerjaan itu mutlak. Apabila tidak ada rasa cinta terhadap pekerjaan, maka kita akan menghasilkan sesuatu yang tidak maksimal. Cinta dapat menambah semangat. Semangat dapat menambah kekuatan pikiran dan tenaga.
Selama bertugas seksi Pemeriksaan Pembukuan Kas Negara, KTUA Bandar Lampung, penulis banyak pengalaman tentang penerimaan negara berdasarkan potongan SPM, seperti potongan TASPEN, potongan ASKES, potongan sewa rumah dan potongan BULOG. Pengalaman ini dapat menunjang pekerjaan penulis, dikemudian hari.
Pesan penulis, hai teman-teman...! Kepada teman-teman satu seksi di PPKN jangan lupa bahwa kita pernah bekerja sama. Kepada Ibu Ummayah selamat menikmati purnabaktinya.
Pada Bulan April 1990, penulis di mutasikan ke Sub Bagian Umum, KTUA Bandar Lampung. Berakhir pula tugas membuat laporan P- 7.
Sub Bagian Umum
Periode 1 April 1990 - 30 Maret 1995.

Instansi :
Kantor Tata Usaha Aanggaran Bandar Lampung, Jl. Cut Meutia No.23 Teluk Betung, Bandar Lampung. Mutasi ke-dua, bertugas pada Sub Bagian Umum.
Pada tanggal 1 April tahun 1990, berdasarkan Nota Dinas Kepala KTUA Bandar Lampung, aku ditugaskan menjadi operator komputer laporan P6-P7. Tugas sebagai operator komputer laporan P6-P7, berakhir pada tanggal 30 Maret 1992.
Pada tanggal 1 April tahun 1992, berdasarkan Nota Dinas Kepala KTUA Bandar Lampung, aku ditugaskan menjadi supervisor komputer laporan P6-P7. Tugas sebagai supervisor komputer laporan P6-P7, berakhir pada tanggal 30 Maret 1995..
Tugas Pokok :
Merekam data-data Surat Perintah Membayara (SPM) lembar 2 dari masing-masing KPKN Bandar Lampung, Metro, Kotabumi dan Liwa. Data-data SPM lembar 2 tersebut direkam menggunakan Aplikasi laporan P6-P7.
Aktivitas :
Aktivitas penulis dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Setiap hari penulis dan teman-teman merekam SPM dari KPKN Bandar Lampung, KPKN Metro, KPKN Kotabumi, KPKN Liwa. SPM lembar kedua yang diketik dengan mesin ketik kovensional oleh KPKN-KPKN tersebut, di rekam ulang data-data menggunakan Aplikasi Laporan P6 - P7.
Operator Komputer laporan P6-P7
Dari tahun 1990 - 1992 penulis bertugas sebagai operator komputer pelaporan P6 - P7. Ketertarikan penulis kepada komputer berawal betapa susahnya membuat laporan P6 - P7, jika hanya menggunakan mesin ketik konvensional. Begitu penulis, melihat komputer 'benda ajaib" pertama kali, langsung jatuh cinta. Jatuh cinta, pada pandangan pertama. Saat itu, penulis langsung tertatik kepada komputer. Ketertarikan penulis kepada komputer, diantaranya kemudahan mengetik menggunakan komputer. Jika kita salah ketik, dengan mudah dapat dihapus. File yang telah kita buat tersebut dapat disimpan.
Oleh karenanya, begitu ada pelatihan komputer di KTUA Bandar Lampung, penulis dengan antusias mengikutinya. Guru komputer penulis pertama adalah Bapak Drs. Jojon Daryono dan Bapak Drs. Nungciek Munawar, M.Sc dari Pusat Pengolahan Data dan Informasi Anggaran (PPDIA) Bandung. Filosofi dari beliau yang masih penulis ingat sampai saat penulisan kisah hidup penulis ini yaitu "GIGO' --- Go Input Go Out. Apa yang diketik, itulah yang akan diproses. Masuk rumput, keluar rumput. Tidak mungkin masuk rumput, keluar jadi bayam.
Merekam data Surat Perintah Membayar ke Aplikasi P6/P7.
Masa transisi perubahan pelaporan P6 - P7 yang semula menggunakan mesin ketik konvensional ke sistem aplikasi komputer, berjalan 6 bulan lamanya. Untuk mensukseskan pembuatan laporan P6-P7 menggunakan komputer, harus didukung dengan sarana dan prasarana yang layak. Untuk merekam data-data SPM lembar 2 membutuhkan orang-orang yang terampil dibidang komputer.
Saat itu, pegawai-pegawai KTUA Bandar Lampung, jangankan terampil menggunakan komputer, pegawai yang mengenal komputer saja masih sedikit. Namun anehnya, penulis yang baru mengenal komputer, sudah berani berucap seperti orang mahir komputer. Akibatnya, ada diatara teman-teman yang kurang senang kepada penulis.
Pernah suatu ketika, kepala KTUA Bandar Lampung, Drs, Sondang Marpaung, menanyakan kepada penulis 'Amrulllah, apakah kita bisa membuat laporan P6-P7 menggunakan mesin komputer?, tanpa pikir panjang penulis jawab ya pak, bisa. Padahal teman-teman yang mengenal komputer lebih dahulu penulis saja, tidak berani menyata kan itu.
Jawaban spontan seperti itu, dikarenakan ketidaktahuan penulis terhadap ilmu komputer. Sehingga baru beberapa hari saja mengenal komputer. penulis sudah berani dan yakin dapat membuat laporan P6-P7 menggunakan komputer. Sudah tentu penulis, harus menanggung akibatnya. Teman kerja menjadi kurang senang kepada penulis.
Saat itu, penulis mendapatkan sindiran 'bagaikan pungguk merindu bulan'. kata teman yang kurang senang terhadap penulis. Kata-kata teman tersebut, bukannya membuat penulis marah ataupun menyerah, melainkan penulis bertekad didalam hati bahwa penulis harus bisa menguasai komputer. Bukan hanya sebagai seorang operator, namun penulis harus menjadi seorang Supervisor.
Supervisor Komputer laporan P6-P7
Apa Supervisor itu?
Supervisor jabatan fungsional komputer bertanggung jawab kepada Kepala KTUA Bandar Lampung. Tugas supervisor adalah mempersiapkan kelancaran pengoperasian komputer Aplikasi Laporan P6-P7. Seperti menghidupkan dan mematikan komputer server, dan membantu kelancaran operator client, memproses perekaman SPM lembar 2 menjadi laporan P6 - P7.
Pada tahun 1990 sampai dengan bulan Maret 1992 yang menjadi supervisor komputer Kantor Tata Usaha Anggaran Bandar Lampung : Emmati, S.E. Dari April 1992 sampai dengan Maret 1995 yang menjadi supervisor Kantor Tata Usaha Anggaran Bandar Lampung : Amar' Lubai.
Supervisor komputer sebagai seorang koordinator perekaman dan pencetakan Pelaporan P6/P7. Tugas supervisor Komputer dibantu oleh 4 (empat) orang Operator Komputer.
Apa laporan P6 - P7 itu?
Laporan P6 - P7 adalah dokumen pelaporan Perbendaharaan 6 dan Perbendaharaan 7 yang berisi informasi penerimaan dan pengeluaran APBN, berdasarkan SPM lembar 2 dari Kantor Perbendaharan Negara dan pem - bukuan Kantor Kas Negara.
Prestasi :
Setelah berbulan-bulan belajar ilmu komputer, pada tahun 1993, bapak Drs. Iskandar, Kepala Bagian Umum, Kanwil Ditjen Anggaran Bandar Lampung, memberikan dukungan kepada penulis untuk belajar komputer lebih giat lagi. Kata beliau 'belajar komputer jangan takut salah, belajar komputer jangan takut rusak hadrwarenya'. Atas dukungan beliau inilah, penulis menjadi terampil menggunakan mesin komputer.
Sebagai penghargaan kepada penulis, pernah ditawarkan untuk menjadi pejabat eselon V namun harus keluar dari Lampung, harus pindah KPPN Manna, Bengkulu. Penulis saat itu menolak untuk mutasi dan tetap memilih menjadi supervisor.
Atas usulan Kepala KTUA Bandar Lampung, penulis diberi surat tugas ke Jakarta untuk menghadap ke Bagian Kepegawaian, Direktorat Jenderal Anggaran, Jl. Lapangan Banteng Timur No.2 Jakarta. Penulis memohon kepada Kepala Bagian Kepegawaian, bahwa jabatan supervisor komputer menjadi jabatan fungsional. Jabatan fungsional tersebut mendapat tunjangan. Namun sayang, usulan tersebut tidak berhasil.
Kesan dan Pesan :
Kesan penulis, bahwa belajar otodidak itu sungguh mengasikan. Hari demi hari penulis belajar komputer secara otodidak. Tahap demi tahap, ilmu komputer aku pelajari. Belajar menulis surat dengan Wordstar, belajar membuat tabel dengan Lotus, dan belajar meng - install komputer menggunakan sistem operasi komputer DOS dan Xenix. Dengan otodidak kita belajar coba dan salah. Setelah salah, dicoba. Begitu seterus. Kita mungkin dengan sekejap mata langsung terampil menguasai ilmu komputer. Belajar otodidak, kita bebas untuk berkreasi sendiri. Tanpa perlu mempedomani sesuatu aturan yang baku.
Pesan penulis, hai teman-teman...! Kepada teman-teman satu ruangan dengan penulis, jangan lupa untuk saling menyapa. Maafkan apabila selama aku memimpin, ada kata-kata kurang berkenan dan ada tindakan yang membuat sakit hati.
Kepada teman-teman yang pernah bilang jangan pelit dengan ilmu. Beramalah dengan ilmu, nanti mendapatkan pahala. Pesan penulis, belajar otodidak, agar kalian semakin mahir dengan komuter. Umpama kita melihat gunung, kalau masih mengatakan saya telah melihat gunung, tapi belum tahu ada apa digunung tersebut? Maka belajar komputer dengan otodidak, jangan sungkan untuk belajar.
Pada Bulan April 1995, penulis di mutasikan ke Kantor Pelayanan dan Kas Negara Bandar Lampung. Berakhir pula menjadi supervisor komputer laporan P6-P7.
Sekian, semoga bermanfaat untuk kita semuanya. Sampai jumpa, pada episiode selanjutnya.
