Persiapan

Selamat Datang dihalaman Persiapan. Persiapan berladang meliputi : Memahami apa itu padi darat, iklim dan tanah yang cocok untuk padi darat, menentukan waktu merintis hutan atau belukar, memilih tempat berladang didekat ladang orang lain atau menelebung, merintis lahan peladangan. Meriintis merupakan tahap ke-satu kegiatan 'be ume talang'. Be ume talang artinya Berladang Padi Darat.

Semua tahapan akan dilaksanakan dengan suka hati, tanpa rasa terpaksa demi mendapatkan sebutir beras. Untuk mendapatkan sebutir beras, peladang harus mengorabankan banyak waktu dan tenaga.

Padi Darat

Apa itu padi darat?

Padi merupakan tanaman pokok penghasil beras yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat khususnya pedesaan. Untuk jenisnya sendiri, padi memiliki banyak macam diantaranya ialah padi darat. Padi darat adalah padi yang ditanam pada lahan non-sawah atau didataran tinggi, biasanya masyarakat menyebut padi darat. Menanam padi darat sangatlah berbeda dengan cara menanam padi sawah. Maka dari itu perlu diperhatikan bahwa dalam menanam padi haruslah benar-benar dalam tingkat perawatan.

Iklim

Padi darat memerlukan air sepanjang pertumbuhannya dan kebutuhan air tersebut hanya mengandalkan curah hujan. Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi. Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 450 LU sampai 450 LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan selama 3 bulan berturut-turut atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukankurang intensif. Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperature 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperature 19-230C.

Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. Di Indonesia memiliki panjang radiasi matahari ± 12 jam sehari dengan intensitas radiasi 350 cal/cm2/hari pada musim penghujan. Intensitas radiasi ini tergolong rendah jika dibandinkan dengan daerah sub tropis yang dapat mencapai 550 cal/cm2/hari. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman.

Tanah

Padi darat harus dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, sehingga jenis tanah tidak begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil padi darat. Sedangkan yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil adalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah atau dengan kata lain kesuburannya. Untuk pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan keseimbangan perbandingan penyusun tanah yaitu 45% bagian mineral, 5% bahan organik, 25% bagian air, dan 25% bagian udara, pada lapisan tanah setebal 0 - 30 cm.

Srutktur tanah yang cocok untuk tanaman padi darat ialah struktur tanah yang remah. Tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%. Keasaman (pH) tanah bervariasi dari 5,5 sampai 8,0. Pada pH tanah yang lebih rendah pada umumnya dijumpai gangguan kekahatan unsur P, keracunan Fe dan Al. sedangkan bila pH lebih besar dari 8,0 dapat mengalami kekahatan Zn.

Pemilihan Waktu


Pemilihan waktu memulai menebas ladang ditentukan oleh di mana mereka akan berladang. Kalau lokasi ladang adalah "himbe" atau hutan rimba, mereka akan memulai menebas sekitar bulan Maret, agar nanti "hebe" dari kayu-kayu besar yang sudah ditebang, sudah cukup kering saat musim membakar ladang pada bulan Juli.

Kalau ladang ada di tanah "belukah", artinya daerah yang sudah pernah dipakai untuk berladang, mereka akan mulai menebas sekitar bulan April atau bahkan Mei. Mereka tidak perlu menyimpan "hebe" terlalu lama, karena selain kayunya kecil-kecil, jadi mudah kering, juga kalau "hebe" terlalu lama tidak dibakar akan "balek jeboh" artinya rumput-rumput baru tumbuh kembali. Kalau "hebe" sudah "balek jeboh" akan sulit terbakar hangus. Dan itu akan menambah pekerjaan saat "mandok" dan lokasi yang tidak "dek masak" atau tidak hangus akan banyak rumputnya, dan rumput itu akan mengalahkan padi.

Setelah memilih waktu dilanjutkan memilih tempat...!

Pemilihan Tempat

Setelah menentukan waktu, maka dilanjutkan memilih tempat berladang padi darat. Masyarakat Lubai biasanya, akan mempertimbangkan tempat membuka hutan atau belukar yang akan dijadikan ladang, tidak jauh dengan ladang orang lain. Apabila memilih lahan jauh dari peladangan orang lain, disebut 'be ume nelebung'.

Kalau 'beume nelebung' maka resikonya, akan banyak hama. Hama-hama yang sering menganggu padi seperti burung pipit dan kera 'monyet'. Jadi penentuan tempat berladang, tergantung suasana hati seseorang. Tidak ada ritual khusus, tidak ada doa-doa khusus untuk membuka lahan peladangan.

Lahan peladangan, biasanya berupa hutan atau belukar warisan dari nenek moyang. Jadi peladangan ini, tidak akan menjadi sengketa dikemudian hari. Namun ada juga, warga masyarakat Lubai yang menumpang be ume, ke tanah sanak saudaranya. Biasanya si peladang hanya boleh mengambil, hasil padinya saja.

Ketika sudah diputuskan akan berladang di "himbe" atau "belukah", lokasi peladangan dekat peladangan orang lain atau nelubung, maka peladang akan mempersiapkan segala sesuatunya seperti batu asahan, pisau penebasan dan tempat dangkung. Tempat dangkung sangat penting, bekerja tanpa dangkung 'makanan penunjang' sudah tentu membuka lahan peladangan menjadi terhambat.

Bersambung ke tahap merinstis...!

Merintis

Apa Merintis Itu?

Merintis berasal dari kata dasar rintis. Merintis berarti membuka jalan kecil (setapak) dengan menebangi kayu-kayu di hutan. Rintisan ini penting, terutama kalau ada orang lain yang juga berladang di sekitar itu, sehingga mereka masing-masing tahu batas ladangnya. Untuk pemilik ladang sendiri rintisan ini bermakna penting, agar mereka tidak semaunya berhenti sebelum sampai batas atau terus menebas melampaui batas. Semuanya sudah ada aturannya. Singkatnya rintisan ini berarti target dan batas.

Tahap pertama berladang padi darat atau 'be ume talang' adalah merintis. Merintis merupakan cara untuk me - nentukan luas lahan yang akan digunakan membuat ladang.

Bersambung ke tahap menebas...!

© 2017 AMAR' Lubai, All rights reserved
Powered by Webnode
Create your website for free! This website was made with Webnode. Create your own for free today! Get started