KPKN
Halaman KPKN merupakan kisah hidupku, selama bertugas pada Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara Bandar Lampung, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.91 Bandar Lampung. Kalau sekiranya aku dapat menuliskan dengan kata-kata indah, ingin rasanya aku menuliskannya menjadi beberapa halaman. Namun apa dayaku, aku bukanlah seorang 'fujangga sastra', melainkan hanya seorang insan biasa saja. Penuh kisah suka dan kisah duka yang penulis rasakan, mengingat menjaga etika abdi negara, tidak semua penulis sajikan pada halaman ini.
Semoga anda senang membaca kisah hidupku, selama bertugas pada KPKN Bandar Lampung dan dapat mengambil hikmahnya. Tiada kata sebagai ungkapan rasa senang kami atas kunjungan anda, kecuali terima kasih...
Salam kompak, para netter.
Seksi Perbendaharaan III
Periode tanggal 1 April 1995 - 30 Maret 1999

Instansi :
Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara Bandar Lampung, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.91 Bandar Lampung. Mutasi ke-empat, bertugas pada seksi Perbendaharaan III, Kepala Seksi : Rizkan R.
Tugas
pokok :
Tugas pokok dan fungsi adalah memproses Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dari Satuan Kerja menjadi Surat Perintah Membayar (SPM).
Aktivitas :
Terhitung mulai tanggal 1 Aprl
1995, aku ditempatkan di Seksi Perbendaharaan III, KPKN Bandar Lampung. Pada seksi
Perbendaharaan III, aktivitas penulis terjadi perubahan yang sangat
mendasar. Apabila pada tempat lama beraktivitas didepan monitor Komputer, maka pada tempat
yang
baru berakvitas dengan dokumen-dokumen dari Satuan Kerja.
Dokumen tersebut adalah Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang diajukan oleh Bendaharawan masing- masing Instansi Vertikal Pemerintah ke KPKN Bandar Lampung untuk selanjutnya diproses menjadi Surat Perintah Membayar (SPM). Proses dari SPP menjadi SPM adalah dengan cara meneliti keakuratan data pada SPP dan dicocokan dengan lampiran-lampirannnya. Apabila SPP dan lampiran-lampirang sudah cocok dan sudah benar, sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka dapat dilanjutkan dengan membuat konsep SPM. Konsep SPM tersebut diketik dan selanjut diajukan kepada Kepala Seksi Perbendaharaasn III, untuk ditanda tangani. Selanjutnya data-data pada SPM tersebut, dibukukan pada Kartu Pengawasan Pengeluaran.
Aktivitas
baru ini cukup mengasikkan, karena banyak
pengalaman yang penulis dapatkan. SPP demi SPP berhasil penulis proses
menjadi SPM tepat waktu dan tepat data. Semakin hari, semakin banyak
tamu yang harus dilayani. Aktivitas bodi-contact ini,
menuntut penulis harus belajar berkomunikasi dengan baik dan efisien. Tanpa
penulis sadari, aktivitas berkomunikasi dengan tamu ini, dapat menambah
pengetahuan penulis, bagaimana cara ber - komunikasi dengan baik dan efien.
Sakit Maag
Perjalanan waktu tanpa henti, aktivitas ini kian hari kian meningkat. Kepercayaan atasan terhadap kemampuan kinerja penulis semakin tinggi. Akan tetapi dengan bertambah beban satuan volume kerja itu, kepada penulis maka waktu istirat penulis menjadi kurang.
Waktu
istirahat pukul 12.30 WIB, tidak dapat dipergunakan dengan baik. Kurang
istirahat dan waktu makan tidak teratur, kadang-kadang penulis harus
makan, pukul 14.00 WIB. Fisik penulis menjadi lemah, akhirnya penulis
jatuh sakit. Pada bulan Juni tahun 1996,
dirawat inap di Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung. Rawat inap ini
berlangung, selama beberapa
hari.
Setelah pulang dari dirawat inap di RSUD Abdul Muluk Bandar Lampung, penulis melaku rawat jalan. Beberapa kali konsultasi berobat kedokter. Proses penyembuhan penyakit yang diderita oleh penulis, memerlukan waktu yang lama. Hampir 2 tahun, penulis menderita penyakit Maag kronis.
Pernah
suatu ketika, isteri penulis menangis melihat penderitaan yang dialami
oleh penulis. Pada waktu menjelang bulan Ramadhan tahun 1417 Hijriah
(1996 Masehi), aku
merasa tak akan mampu melakukan shaum. Teman penulis, Halimi memotivasi
agar dicoba puasa.
Perasaan tak mampu melaksanakan kewajiban shoum Romadhon, dapat penulis singkirkan dengan berpedoman kepada salah satu sabda Nabi Muhammad sholallahu alaihi wassalam, artinya "bahwa sesungguhnya shaum itu dapat membuat sehat". Alhamdu lillah, dengan izin Allah aktivitas shaum Romadhon, selama sebulan mampu penulis laksanakan. Dan akhirnya penyakit maag penulis, sembuh secara perlahan. Dari tahun 1996 sampai dengan tahun 1997.
Prestasi :
Puncak
kinerja penulis pada seksi Perbendaharaan III, pada April bulan tahun 1998
sampai dengan Februari 1999. Semua tagihan SPM PEMDA di wilayah Provinsi
Lampung dipercayakan kepada penulis. Dari pembayaran dana Gaji Daerah
sampai dengan pembayaran dana proyek.
Menjadi Nara Sumber : Gaji Daerah mewakili kepala Seksi Perbendaharaan III. Tempat acara di Pemerintahan Daerah Tanggamus, Kota Agung. Merupakan suatu kebanggaan penulis dapat menjadi Nara Sumber mewakili Kepala Seksi.
Petugas Rekonsiliasi Gaji Daerah, Pemerintah Provinsi Lampung, Kabupaten / Kota se Lampung.
Kesan dan Pesan
Pada bulan Maret 1999, penulis sakit kembali. Penulis memohon diberikan cuti tahunan, kepada kepala Seksi Perbendaharaan III. Surat izin cuti tahunan akhirnya disetujui, dan semua pekerjaan penulis, diambil alih. Posisi penulis di seksi Perbendaharaan III, harus berakhir tanggal 30 Maret 1999. Setelah cuti tahunan penulis masuk kantor, diberitahu bahwa penulis dimutasi ke seksi Pendapatan. Kepala Sub Bagian Umum, memberikan nota Dinas Kepala KPKN Bandar Lampung.
Penulis terkesan betapa indahnya manakala mampu memberikan layanan yang optimal dan maksimal. Namun betapa betapa sedihnya manakala, gagal memberikan layanan yang maksimal. Akibatnya atasan akan memberikan suatu keputusan, pegawai ini harus dimutasikan.
Selama
bertugas di Seksi Perbendaharaan III, rasa suka dan rasa duka silih
berganti. Laksana perubahan cuaca, kadang-kadang hari ini mendung, besok
hari cuaca menjadi cerah kembali.
Penulis berpesan, hai teman-teman...!
Didalam menjalankan tugas, jangan hanya mengandalkan semangat saja. Bekerja harus dengan hati dan pikiran. Harus keseimbangan antara kemampuan dan sikap atau eticud 'attitude'
Sekian dan sampai jumpa pada episiode selanjutnya...
Seksi Pendapatan
Periode tanggal 1 April 1999 - 31 Januari 2001

Instansi :
Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara Bandar Lampung, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.91 Bandar Lampung. Mutasi ke-lima, bertugas pada seksi Pendapatan, Kepala Seksi : Drs. Aman Santosa.
Aktivitas :
Terhitung mulai tanggal 1 April 1999, penulis dimutasikan ke Seksi Pendapatan KPPN Bandar Lampung. Saat itu Seksi Pendapatan baru saja dibentuk stafnya belum ada, kecuali hanya Kepala Seksinya. Selama beberapa hari, penulis di seksi Pendapatan belum ada aktivitas perkantoran, kecuali hanya membaca peraturan-peraturan.
Aktivitasku di Seksi Pendapatan ini,
menuntut pengetahuan yang baru. Tugas pokok pada seksi Pendapatan adalah
menata-usahakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Penulis sempat berpikir, aktivitas apakah yang dapat aku perbuat ditempat baru ini. Dokumen sumber dan dokumen pendukung belum ada, kecuali hanya landasan hukum berupa surat edaran saja.
Untuk
mempelancar tugas, penulis membaca peraturan yang berhubungan dengan,
Penerimman Negara. Penerimaan Negara ter diri dari Penerimaan
Perpajakan, Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP), Penerimaan Hibah, Penerimaan Pengembalian Belanja,
Penerima an Pembiayaan, dan Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga.
Laporan Sewa Rumah - PNBP
Setelah penulis bertugas di seksi Pendapatan, dalam waktu 3 (tiga) bulan, hari itu akvitaspun
dimulai dengan membuat Laporan Sewa Rumah Dinas dan Laporan Penerimaan
PNBP.
Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah seluruh penerimaan Pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan." (Pasal 1 Angka 1 UU Nomor 20 Tahun 1997 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak).
Bertugas didepan monitor komputer, merupakan tugas rutin penulis sejak tahun 1990. Untuk mempelancar tugas di seksi Pendapatan, penulis membuat file laporan PNBP dan laporan sewa rumah dinas menggunakan format spreadsheets (excel).
SPM DIKS
Selainditugaskan membuat laporan sewa rumah dan laporan PNBP, penulis bertugas menerbitkan SPM-DIKS. DIKS singkatan dari Daftar Isian Kegiatan Suplemen.
Satuan kerja yang mempunyai DIKS diantara Universitas Lampung, BPDAS, IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Semua tugas dapat penulis selesaikan dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran.
Prestasi
Pada tahun 2000, Kepala seksi Pendapatan bapak Drs. Aman Santosa, memasuki usia purna bhakti/pensiun. Penulis di panggil oleh bapak Drs. Abdullah Nanung, M.Soc.Sc, kepala KPKN Bandar Lampung. Sehubungan dengan belum adanya pengganti kepala seksi Pendapatan yang baru, penulis dipercaya mengambil tindakan sebagai kepala seksi Pendapatan, setingkat eselon IV.
Alhamdu lillah, tugas sebagai kepala seksi dapat penulis laksanakan sampai dengan kedatangan kepala seksi Pendapatan definitif bapak Drs. Pomer Simanjuntak. Beberapa bulan setelah kedatangan beliau bertugas, selalu berkoordinasi dengan penulis, setiap ada tamu yang datang.
Kesan dan Pesan
Pada
suatu malam, penulis kehilangan sepeda motor d rumah. Untuk mempelancar
penyelesaikan adminitrasi ansuransi, penulis meminta izin cuti tahuan
selama 6 hari. Selama cuti tahunan, penulis kesana kemari untuk membuat
dokumen pendukung, agar uang asuransi dapat diambil.Setelah mengurus dokumen-dokumen pendukung, akhirnya pihak asuransi memberikan uang tersebut.
Setelah
menjalankan cuti tahunan, penulis bertugas kembali. Begitu, penulis
menuju ruangan seksi Pendapatan, hendak bertugas sebagai mana biasanya,
penulis diberitahu bahwa telah dimutasikan ke Sub Bagian Umum KPKN
Bandar Lampung.
Semula penulis agak terkejut, karena kaget. Cuti tahunan selama 6 hari, begitu tugas kembali telah dimutasikan. Kesan penulis, apakah begini, sistem pemutasian pegawai antar seksi yang baik dan benar. Sebagai seorang perintis di seksi Pendapatan KPKN Bandar Lampung, penulis masih suka bertugas pada seksi ini. Akhirnya penulis mendapatkan kesan, adanya aroma yang tidak sedap, yang tidak sehat.
Sub Bagian Umum
Perdiode 1 Pebruari 2001 - 30 Desember 2005

Instansi :
Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara, Jl. Jenderal Gatot Subroto No.91 Bandar Lampung. Mutasi ke-enam, bertugas Sub Bagian Umum, Kepala Seksi : Drs. Marwan Yunus
Aktivitas :
Memproses Laporan Perbendaharaan dan Loket Surat Masuk dan Surat Keluar, menyerahkan Surat Setoran Pajak potongan SPM.
Arsip SPM lembar 1
Pada bulan Pebruari 2001 penulis ditempatkan di Sub Bagian Umum KPKN Bandar Lampung, bertugas untuk membuat pelaporan Perbendaharaan. Aktivitas membuat laporan merupakan hal tidak asing bagiku, karena sejak aku menjadi pegawai negeri sipil di Departemen Keuangan aku selalu menangani masalah pelaporan. Dari menggunakan mesin manual, aku sudah ditugaskan untuk laporan.
Namun ditempat aku yang baru dimutasikan ini, sedikit membuat aku binggung. Bagaimana mungkin, aku seseorang yang pernah menjadi supervisor computer laporan P6 - P7, diperintahkan untuk merapikan arsip SPM lembar 1. Bukannya penulis tidak patuh akan perintaha atasan, namun berdasar kan pemikiran penulis dia tidak proposional. Tidak semestinya pekerjaan itu, diperintahku. Mengapa analisa penulis begini? Pertama berkas-berkas tersebut memang tidak dirapikan sejak tahun 1990. Kedua arsip-arsip penuh debu, dikarenakan tidak pernah disentuh. Ketiga pada nota dinas tugasku, membuat laporan Perbendaharaan, bukan bertugas sebagai arsiparis.
Loket Surat
Tugas membuat laporan Perbendaharaan tidak lama, karena pada bulan Mei tahun 2001 aku ditempatkan di Loket Surat. Tugas pokok di loket surat adalah mendistribusikan surat masuk dan surat keluar. Bertugas diloket 'Penerimaan Surat dan Pengiriman Surat' ternyata mengairahkan jiwaku. Disini, aku dapat belajar mengenai tata surat menyurat kedinasan dari semua instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dari berbagai instansi tersebut setelah 4 tahun perhatikan, terdapat format dan cara menulis surat kedinasan. Misalnya ada yang menuliskan nama kota dibawah kop surat, disamping tanggal dan ada juga menuliskan nama kota diatas penanda tangan surat dinas.
Prestasi :Kesan dan Pesan :
Selama penulis
bertugas disini, penuh dengan suka dan duka. Rasa suka misalnya, turut andil
melancarkan tugas semua instansi mitra kerja, dengan cara menyampaikan tepat ke
sasarannya maksudnya seksi yang dituju. Rasa duka, bilamana ada mitra kerja dan
rekan kerja yang menyalahkan penulis bahwa surat dimaksud belum diterima, namun setelah
di cek sudah ada paraf tanda terima. Memang sudah menjadi tabiat manusia suka mencari
kambing hitam daripada kambing putih, maksud lebih banyak melihat sisi negatif
seseorang dari sisi positifnya.
Kesan penulis, selama bertugas di Sub Bagian Umum, KPKN Bandar Lampung dalam kurun waktu 4 tahun. Berbagai peristiwa dan pengalaman yang penulis dialami, menjadikan sikap penulis penuh kehati-hatia berucap. Pada akhirnya membuat penulis semakin tahu, siapa teman setia, siapa sahabat setia. Penulispun tahu, kebersamaan itu mudah untuk diucapkan, namun sangat sulit unruk dilaksanakan.
Dapat penulis simpulkan bahwa dimanapun kita berada harus mencintai pekerjaan. Kerja dengan semangat saja tidak cukup, namun harus dengan hati. Apabila kita berkerja dengan hati, maka hasilnya lebih maksimal daripada bekerja hanya dengan semangat saja.
Pesan penulis, Hai teman-teman...!
Tidak ada keabadian, semua pasti ada perubahan. Perubahan menuntut kita harus pandai-pandai mensikapi situasi tersebut. Sikapilah dengan perasaan tenang dan senang. Akvitasku sebagai petugas loket surat berkahir, dengan dimutasikan aku ke Bidang Akuntansi dan Pelaporan, Kanwil VII Ditjen Perbendaharaan Bandar Lampung, pada 30 Desember 2005. Mutasi ini, bukan merupakan akhir penulis untuk mengabdi pada jajaran Depatemen Keuangan Republik Indonesia.
Sekian dan sampai jumpa pada episiode selanjutnya...
