Bukit Jehing
Apakah Bukit Jehing itu? Bukit Jehing adalah suatu perbukitan kecil, untuk lahan pertanian milik warga. Dimana lokasi Bukit Jehing? Bukit Jehing terletak di desa Kurungan Jiwa 'Jiwa Baru' kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Dari desa Jiwa Baru, jalan menuju ke Bukit Jehing, menelusuri jalan raya beraaspal setelah ada persimpangan kanan, diteruskan menelusuri jalan tanah 'bakal pembarap' berjarak tempuh kira-kira 4 kilo meter. Siapa pemilik Bukit Jehing? Bukit Jehing dimiliki oleh beberapa warga desa Jiwa Baru.
Cerita tanah yang aku tulis ini, berdasarkan
selembar kertas yang bermaterai
cukup. Selembar kertas itu merupakan kesepakatan
Ibunda Nafisyah binti Wakif bin Kenaraf
bersaudara. Mereka bersaudara telah bersepakat bahwa ibunda kami
mendapatkan tanah warisan di Dataran
Bukit Jehing.
Adapun pemanfaatan tanah ini dengan alih fungsi sebagai berikut :
Kebun Karet
Cerita
ini diawali dengan pembukaan lahan Kebun Karet pada tahun 1954.
Ayahanda dan Ibunda penulis membuka lahan pertanian di dataran Bukit
Jehing, dengan tanaman Karet/Para
penghasil getah latek. Luas kebun karet ini adalah 70 hektar area
secara kolektif dan 30 hektar area secara perorangan. Izin pembukaan
lahan dari Kepala marga Lubai suku 1 ditanda
tangani Pasirah Syarkowi. Areal pertanian merupakan tanah warisan dari kakek Wakif bin Kenaraf.
Karet adalah tanaman perkebunan tahunan berupa pohon batang lurus. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Brasil, Amerika Selatan, namun setelah percobaan berkali-kali oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini banyak dikembangkan sehingga sampai sekarang Asia merupakan sumber karet alami. Di Indonesia, Malaysia dan Singapura tanaman karet mulai dicoba dibudidayakan pada tahun 1876. Tanaman karet pertama di Indonesia ditanam di Kebun Raya Bogor.
Langkah Persiapan
Adapun langkah awal yang harus dipersiapkan untuk menanam tanaman karet
yaitu perhatikan syarat tumbuh tanaman karet. Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dilakukan seleksi bibit untuk
memperoleh bahan tanam yang memiliki sifat-sifat baik antar lain:
berproduksi tinggi, responsif terhadap stimulasi hasil, resistensi
terhadap serangan hama dan penyakit daun dan kulit, serta pemulihan
luka kulit yang baik. Ayahanda kami membeli bibit karet dari Balai Pertanian Sumbawa, Sumatera Selatan.
Langkah Penanaman
Waktu penanaman karet di lapangan sebaiknya dilaksanakan pada musim penghujan yakni antara bulan September sampai Desember dimana curah hujan sudah cukup banyak, dan hari hujan telah lebih dari 100 hari. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut :
- Gali lubang sedalam 60 cm, dengan ukulan lubang 60 cm x 60 cm bagian atas dan 40 cm x 40 cm bagian bawah.
- Jarak tanam untuk tanah ringan 45 x 45 x 30 cm, untuk tanah berat 60 x 60 x 40 Cm.
- Pisahkan bagian kedua tanah, letakkan tanah bagian atas disebelah kiri
dan tanah bagian bawah disebelah kanan. Campur tanah yang bagian kanan
dengan pupuk RP ( Rock Phospate ) sebanyak 100 gr per lubang, disamping
pemupukan dengan urea 50 gram dan SP - 36 sebesar 100 gram sebagai pupuk
dasar.
- Diamkan lubang yang sudah digali tadi selama 1 bulan agar lubang
tersebut terangin-angin dan terkena sinar matahari. Hal ini dilakukan
agar gas beracun yang mungkin ada disela-sela tanah terbawa angin
sehingga dapat diganti dengan oksigen dari udara.
- Setelah sebulan di diamkan, kemudian tanam bibit karet
yang telah diseleksi tadi. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang
telah di sediakan, kemudian timbun dengan tanah, timbun tanah bagian
kiri terlebih dahulu kemudian menyusul tanah bagian kanan yang telah di
campur dengan pupuk tadi.
- Tancapkan ajir sejajar dengan permukaan tanah, kemudian padatkan tanah
di sekeliling bibit hingga bibit tidak mudah goyang, untuk stump mata
tidur hadapkan sesuai dengan arah angin.
- Dua minggu setelah penanaman, tanah disekeliling tanaman biasanya
mencekung hal ini perlu dilakukan penambahan tanah agar rata dengan
permukaan tanah disekelilingnya .
Langkah Pemeliharaan
Tahap ini di bagi menjadi 3 yaitu penyulaman, pemotongan tunas palsu, dan merangsang percabangan.
Penyulaman :
Bibit yang baru ditanam harus diperiksa setiap dua minggu sekali selama
tiga bulan pertama setelah penanaman. Pemeriksaan ini penting khususnya
bila bahan tanam yang digunakan adalah stum matta tidur. Bibit yang mati
harus segera diganti atau disulam dengan bibit yang baru agar populasi
tanaman dapat dipertahankan dan seragam. Penyulaman sebaiknya dilakukan
dengan bahan tanam yang mempunya umur relatif sama atau lebih tua dari
tanaman yang disulam. Untuk memperoleh bahan tanam yang seumur, haruslah
disediakan bibit terlebih dahulu bahan tanam dalam bentuk polibag dan
disulam pada tahun yang sama. Jika penyulaman masih harus dilakukan pada
tahun ke-dua atau tahun ke-tiga penyulaman harus dilakukan dengan bahan
tanam berupa stum mata tinggi.
Pemotongan Tunas Palsu:
Tunas palsu pada tanaman karet adalah tunas yang tumbuh bukan dari mata
okulasi. Tunas ini banyak dijumpai pada bibit stum mata tidur, sedangkan
pada bibit stum mini atau bibit polibag, tunas palsu relatif jarang
ditemui. Tunas palsu dapat menghambat tumbuhnya mata okulasi bahkan
dapat menyebabkan mata okulasi tidak tumbuh, karena pasokan fotosintat
yang dihasilkan diserap seluruhnya untuk pertumbuhan tunas palsu. Oleh
karena itu, tunas palsu harus dibuang agar pertumbuhan dan populasi
tanaman tetap optimal. Pembuangan tunas sebaiknya dilakukan ketika tunas
tersebut belum mengayu atau dilakukan pada awal-awal pertumbuhan bibit.
Merangsang percabangan :
Pertumbuhan tanaman karet pada fase belum menghasilkan umumnya mengikuti
sebuah siklus, artinya pada suatu saat tanaman karet akan tumbuh tinggi
tanpa membentuk payung daun dan pada suatu saat pertumbuhan tinggi
tanaman akan terhenti dan membentuk payung daun. Selama payung daun yang
terbentuk belum benar-benar tua, tinggi tanaman tidak bertambah, dan
apabila daun-daun pada payung daun tersebut sudah benar-benar tua
tanaman akan tumbuh tinggi tanpa membentuk payung daun, begitu
seterusnya. Pertumbuhan tanaman yang demikian apabila dibiarkan dapat
menyebabkan batang tanaman mudah patah karena tiupan angin. Oleh karena
itu, pertumbuhan tinggi batang haruslah dibatasi dengan cara merangsang
percabangan tanaman pada ketinggian > 3 meter dari permukaan tanah.
Dengan terbentuknya percabangan, tanaman akan lebih kuat menahan terpaan
angin.
Dari langkah persiapan, langkah penanam dan langkah pemeliharaan orangtua kami dibantu oleh beberapa karyawan
petani.
Dilahap si jago merah.
Peristiwa menyedihkan ini
terjadi pada tahun 1961. Areal perkebunan Karet di Bukit Jehing milik keluarga kami habis dilalap api.
Kejadian ini bermula ketika seorang petani
membakar lahan peladangannya. Pada saat kejadian ini, musim kemarau yang
panjang. Api dengan sangat mudah membakar kayu, ranting dan daun di
peladangan maupun kebun Karet.
Kebakaran bermula dari seorang petani yang membakar lahan pertanian miliknya, untuk dijadikan ladang padi. Entah mengapa, api bisa merambat keareal perkebunan karet keluarga kami. Adakah faktor kesengajaan...? Atau kebakaran ini terjadi, faktor ketidak sengajaan. Apapun faktornya, sumber api berasal dari sipembuka lahan pertanian itu.
Ayahanda kami telah berusaha memadamkan api dikebun karet kami, dibantu oleh kakek Haji Hasan bin puyang Aliakim. Sanak saudara juga ada yang membantu, namun apa daya lahan perkebunan karet keluarga kami habis terbakar. Tidak tersedia alat pemadam kebakaran dan teknik memadamkan titik api, menjadi salah satu faktor ketidak berhasilnya memadam api.
Biang kerok kebakaran...!
Ayahanda bercerita kepada aku pada tahun 1980 : Petani itu berinitial M, berdomisili di desa Kurungan Jiwa Lubai, asal usulnya dia seorang pendatang lain desa, yang beristerikan perempuan dari desa Kurungan Jiwa Lubai. Beberapa hari, setelah peristiwa kebakaran kebun Karet keluarga kami, si biang kerok kebakaran dia berkunjung kerumah Ayahanda kami, meminta perdamaian.
Dia berucapkan sebagai berikut : "Ayam Jago ini merupakan simbol pedamaian, Tembilang ini simbol penyerahan diriku. Jika permasalahan ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan kita berdamai, maka terimalah Ayam Jago permberian saya ini. Akan tetapi apabila permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan kekeluargaan, saya siap mengambil resiko yaitu pergunakan sebatang Tembilang itu untuk memukul saya".
Menghadapi kenyataan ini, Ayahanda kami bersikap arif dan bijaksana. Beliau tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap orang yang telah merugikan keluarga kami. Ayam Jago tidak diterima dan tembilang tidak diterima. Dalam hal ini pernah aku tanyakan kepada beliau, mengapa tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian misalnya. Beliau menjawab bahwa peristiwa kebakaran kebun Karet ini, harus diambil hikmahnya. Mungkin kita belum ditaqdirkan menjadi orang yang memiliki lahan kebun yang luas. Dan Ayahanda kami, tidak mau salah mengambil tindakan. Beliau menyerahkan permasalahan kebakaran kebun karet ini, kepada Allah azza wajalla.
Tinjauan kerugian materi
Jika diasumsikan sadap karet 1 hektar area biasanya akan mampu menghasilkan karet atau
lateks sebanyak 1,5 ton setiap tahunnya. Hasil ini merupakan hasil yang
biasanya diperoleh dalam sebuah perkebunan karet. Namun, biasanya hasil
sadapan tersebut bisa lebih dari itu dan mencapai angka hingga 2 ton
pertahunnya.
Maka hasil kebun karet keluarga kami adalah 100 hektar area x 1,5 ton = 150 ton getah latex. Jika harga getah latex per kilo gram idr. 10.000,- Maka kerugian keluarga kami setiap tahun adalah 150 ton = 150.000 kilo gram x idr. 10.000,- Jadi penghasilan pertahuan sebesar idr. 1.500.000.000,- (Satu milyar lima ratus juta)
Masa produktif kebun karet rata-rata 15 tahun, maka total kerugian keluarga penulis sebesar idr. 22.500.000.000,- (Dua puluh dua milyar lima juta indonesia rupiah) Suatu angka fantastis bukan....?
Kebun Serai
Setelah kebakaran kebun karet milik keluarga kami di Bukit Jehing, ayahanda kami bekerja sama dengan wak Haji Abdul Qohar dari desa Pagar Gunung membuat kebun serai wangi. Luas areal kebun serai sama dengan luas kebun karet yaitu 70 hektar area. Berdasarkan penuturan ayahanda kami, bahwa jenis serai yang ditanam didalam bahasa Lubai 'Sehai Jambi'. Isitilah ayahanda kami, mereka berdua berkongsi. Ayahanda kami memilik pertanian 100 hektar area dan wak Haji Abdul Qohar sebagai pemodal istilah kerennya 'investor'. Usaha ini dinamakan Usaha Tani Luhur disingkat "UTL' dan mereka berniat akan membuat suatu badan hukum usaha yaitu Firma Tani Luhur. Dengan maksud nama usaha akan menjadi petani yang sukses dan mulia.
Setelah penulis mencari referensi yang dimaksud dengan Sehai Jambi dalam bahasa Lubai, dalam bahasa Indonesia Serai Wangi. Nama Umum, Indonesia: Serai wangi, sereh wangi, Inggris: Citronella grass, nardus grass, Melayu: Rumput citronella, Vietnam: Cu sa, Thailand: Ta khrai hom, Cina: Ya xiang mao, Jepang: Kou suigaya. Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Poales Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan) Genus: Cymbopogon Spesies: Cymbopogon nardus L. Rendle.
Dari persiap membuka lahan, dilanjutkan mencari bibit, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan berjalan lancar. Semua perecanaan ayahanda kami berjalan sesuai target dan sasaran. Didukung dengan pengetahuan ayahanda kami bagaimana cara mendelagikan pekerjaan kepada karyawan. Pekerjaan pemanenan daun serai wangi, dikerjakan sepenuhnya oleh karyawan. Selanjutnya hasil panen daun serai wangi dibawah ke desa Tanjung Kemala untuk dilakukan penyulingan minyak serai wangi. Alat transportasi yang digunakan mobil truk, milik Usaha Tani Luhur.
Puncak produksi daun serai wangi
Dari tahun 1962 s.d. 1964 produksi daun serai wangi sangat melimpah. Cara panen daun serai wangi antara petak-petak yang dengan satu menunggu 3 bulan. Ayahanda kami, menceritakan betapa bahagia beliau saat itu. Kakah Iskandar sebagai anak tertua saat itu pergi kesekolah sudah menggunakan sepatu kulit dan memakai topi seperti helm yang didalam ada gabusnya. Saat itu pada tahun tersebut, tidak sembarang orang yang dapat memakai alat kaki. Apalagi kami cuma tinggal di desa kecil.
Seiring dengan lancar produksi minyak Serai Wangi, perekonomian keluarga kami jadi semakin mapan. Mungkin diatas rata-rata penduduk desa Jiwa Baru saat itu. Banyak sanak saudara keluarga yang sering datang kerumah keluarga kami. Itulah mungkin merupakan puncak kesuksesan ayahanda kami sebagai petani Serai Wangi. Saat itu siapa yang tidak kenal dengan ayahanda kami, beliau sering dipanggil dengan pak Beruhim. Padahal nama adalah Ibrahim.
Alat Penyuling dikabar orang
Sebagai mana cuaca dimuka bumi ini, selalu silih berganti. Hari ini cerah, besok mendung. Begitupun usaha ayahanda kami, ketika sedang mencapai puncaknya. Daun serai wangi melimpah untuk dipanenm penjualan minyak serai berjalan lancar. Minyak serai wangi dapat dijadikan minyak gosok tubuh dan tambahan sabun wangi.
Dia akhir tahun 1964, alat penyuling minyak serai wangi dibakar orang. Ayahanda kami, sangat risau saat itu. Beliau sangat tertekan. Beberapa tahun sebelum nya, kebun karet dibakar orang. Sekarang alat penyuling, dibakar orang. Pada tahun 1982, aku bertanya kepada ayahanda kami. "Siapa yang membakar alat penyuling daun serai wangi tersebut? Dan apa motifnya, dendamkah atau sekedar benci terhadap kesuksesan usaha ayahanda"? Beliau tidak menjawab, aku lihat wajah saat itu hanya membisu. Ibunda kami, menimpali "penyulingan daun serai wangi itu memang dibakar orang, tapi tidak tahu motifnya dan siapa yang membakarnya. Dalam bahasa Lubai "Alat penyuleng daun Sehai Jambi ditunu jeme, tapi dekde pedie tujuan dan sape jeme ye nununye".
Kebun Serai Wangi tidak berproduksi
Akibat dari kebakaran alat penyuling daun Serai Wangi, sudah tentu produksi minyak serai wangi terhenti. Pemanen daun serai wangi juga terhenti. Dari tahun 1965 sampai dengan tahun 1988, kebun Serai Wangi keluarga kami ini tidak lagi dapat memproduksi minyak Serai Wangi. Keberadaan kebun Serai Wangi ini masih dapat dipertahankan. Walaupun kami telah berdomisili di Provinsi Lampung, namun keberadaan tetap kami pantau.
Tahun 1971 Paman M. Tauzi bin Haji Muhammad Dum dan Paman Dani Pasirah Rambang Kapak tengah 2 yang berdoomilis di Tanjung Rambang pernah memeriksa kebun Serai ini. Aku mengantarkan beliau ke lokasi, saat itu masih terlihat betapa lebarnya kebun serai wnagi. Rencana paman Dani, mau diusahakan kembali. Akan dibuatkan alat penyulingan agar dapat minyak diproduksi kembali. Namun sampai tulisan ini dibuat, tidak ada kejelasan dari rencana tersebut. Mengapa dibatalkan dan mengapa tidak memberikan penjelasan.
Tinjauan kembali usaha minyak Serai Wangi
Minyak atsiri merupakan minyak terbang (volatile), hasil metabolit sekunder dalam tumbuhan. Dapat ditemukan di akar, kulit batang, daun, bunga dan bji. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri yang terbesar di dunia terdapat 40 jenis minyak atsiri yang sudah dikenal, 20 diantaranya adalah minyak potensial yang telah berkembang di pasar serta bernilai ekonomi tinggi. Sementara, masih terdapat sumber-sumber minyak atsiri baru yang terus digali agar beprospek bagi pengguna. Hai ini didukung juga oleh adanya ketersediaan lahan di Indonesia. Salah satu contoh minyak atsiri sangat menjajikan yaitu sereh wangi
Serai wangi (Cymbopogon nardus. L) merupakan salah satu jenis tanaman minyak atsiri, yang tergolong sudah berkembang. Dari hasil penyulingan daunnya diperoleh minyak serai wangi yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Citronella Oil. Minyak serai wangi Indonesia dipasaran dunia terkenal dengan nama "Citronella Oil of Java". Volume ekspor minyak serai wangi beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, Pada tahun 2002 mencapai 142 ton dengan nilai 1.066.000 US $ dan pada tahun 2004 sebesar 114 ton dengan nilai ekspor sebesar 700.000 US $ (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2006).
Minyak serai wangi diperoleh dari tanaman serai wangi yang mengandung senyawa sitronellal sekitar 32 - 45%, geraniol 10 - 12%, sitronellol 11 - 15%, geranil asetat 3 - 8%, sitronellal asetat 2 - 4% dan sedikit me-ngandung seskuiterpen serta senyawa lainnya (Masada, 1976). Serai wangi adalah salah satu komoditi atsiri yang sangat prospektif. Permintaan minyak serai wangi cukup tinggi dan harganya stabil serta cenderung meningkat. Uniknya pembudidayaanya tidak terlalu rumit serta tanaman ini dapat hidup dilahan-lahan marginal bahkan lahan bekas tambang.
Proses produksi minyak Serai Wangi
- Bahan baku. Bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan baku minyak asiri adalah daunnya. Daun serai dapat diambil dari tanaman yang tingginya telah mencapai 1-1,5 meter dan telah berumur 6-9 bulan.
- Persiapan bahan. Daun yang telah dipanen selanjutnya dirajang terlebih dahulusehingga memiliki panjang antara 10-15 cm. Selanjutnya, daun dikeringkan dengan cara dikeringanginkan. Setelah kering, bahan siap untuk disuling.
- Proses pembuatan minyak. Pembuatan minyak serai dilakukan dengan cara penyulingan. Proses penyulingan diawali dengan memasukkan air terlebih dahulu hingga batas yang diinginkan. Pada water and steam distillation, air dimasukkan hingga mendekati batas sarangan. Selanjutnya, masukkan bahan ke dalam ketel suling. Sebelum proses penyulingan dimulai, pastikan bahwa semua sambungan, lubang inlet maupun outlet telah tertutup rapat.
Setelah semua instalasi dipastikan aman dan bekerja dengan baik, nyalakan api hingga suhu dan tekanan mencapai ukuran yang diinginkan. Segera setelah air mendidih, minyak sudah dapat terlihat pada tabung pemisah. Adapun lama penyulingan sangat tergantung dari banyaknya bahan dan kapasitas ketel. Namun, cara mudah untuk mengetahui akhir dari proses penyulingan yaitu tidak keluarnya minyak yang dapat dilihat pada tabung pemisah (florentine flask). Minyak yang keluar segera ditampung dalam wadah penampung dengan membuka keran pada tabung pemisah. Konstruksi wadah penampung hendaknya dapat menghindari penguapan yang lebih banyak, misalnya menggunakan botol dengan mulut yang kecil. Selain itu, usahakan agar suhu pada wadah penampung antara 20-25o C untuk menghindari penguapan.
Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Komponen utama minyak serai wangi adalah sitronela dan geraniol yang masing-masing mempunyai aroma yang khas. Komponen tersebut dapat diisolasi lalu diubah menjadi turunannya. Baik minyak, komponen utama maupun turunannya banyak digunakan dalam industri kosmetik, parfum, sabun, dan farmasi. Minyak atsiri serai wangi juga dapat digunakan sebagai insektisida, nematisida, antijamur, antibakteri, hama gudang maupun jamur kontaminan lainnya. Kebutuhan pasar serai wangi meningkat 3-5%/tahun. Negara pengimpor minyak serai wangi Indonesia yaitu Amerika Serikat, China, Taiwan, Singapura, Belanda, Jerman, dan Filipina. Harga minyak serai wangi berkisar Rp120.000- Rp140.000/kg, dengan harga terna basah (daun segar) Rp250 Rp500/ kg daun.
Manfaat Minyak Serai Wangi
Citronella essential oil (minyak esensial atau minyak atsiri sereh wangi) telah digunakan selama berabad-abad di Cina, Indonesia dan Sri Lanka untuk mengurangi ruam, inflamasi, infeksi, rasa sakit dan kondisi kesehatan lainnya. Citronella oil memiliki konsentrasi tinggi antioksidan dan fitokimia yang berasal dari batang dan daun sereh wangi (Cymbopogon nardus). Minyak ini banyak digunakan sebagai minyak wangi alami, penolak serangga, serta menjadi bagian dalam produk kecantikan dan rumah tangga.
- Pengusir Serangga Alami. Citronella telah terdaftar sebagai penolak serangga di Amerika Serikat sejak tahun 1948. Citronella bahkan mampu mengusir nyamuk Aedes aegypti, yang menyebarkan "demam berdarah." Menurut beberapa penelitian, Anda perlu kembali mengoleskan citronella oil setiap 30-60 menit untuk mempertahankan efektivitasnya sebagai pengusir serangga. Anda dapat mengkombinasikan citronella oil dengan beberapa tetes minyak kelapa dan mengoleskannya ke tubuh seperti lotion. Cara lain, larutkan beberapa tetes citronella oil dalam botol semport berisi air dan gunakan untuk menyemprot kulit atau pakaian Anda. Menerapkan citronella oil langsung ke tubuh dianggap lebih efektif untuk memerangi serangga dibanding dalam bentuk lilin aromaterapi.
- Anti-inflamasi dan Pereda Nyeri. Karena sifat antioksidan dan kemampuan untuk meningkatkan aliran darah, citronella sering digunakan sebagai pengobatan arthritis alami, khususnya untuk mengurangi nyeri yang terkait dengan masalah ortopedi seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Kombinasikan 2-3 tetes citronella oil dengan carrier oil seperti minyak kelapa dan pijatkan ke sendi dan otot yang bengkak, atau berendam dalam air citronella hangat untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.
- Mengurangi Stres. Citronella oil (minyak sereh wangi) bermanfaat menenangkan pikiran dan berkontribusi mengurangi stres serta membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Anda bisa mendifusikan di rumah, memijatkan ke kulit atau menyemprotkannya ke sprei tempat tidur.
- Membantu Pencernaan. Citronella mendukung organ pencernaan dengan mengurangi peradangan dan membantu detoksifikasi hati, perut dan usus. Senyawa tertentu dalam citronella mencegah pertumbuhan bakteri dalam saluran pencernaan dan mempercepat penyembuhan penyakit serta luka. Minyak ini juga mampu membunuh organisme (parasit atau cacing) dalam usus kecil dan besar. Anda bisa menelan citronella oil dalam jumlah kecil untuk memberi perlindungan terhadap leaky gut syndrome (sindrom usus bocor), penyakit autoimun, infeksi pada usus, saluran kencing, kandung kemih, saluran pencernaan, prostat, dan ginjal.
- Melancarkan Detoksifikasi. Memiliki sifat sebagai agen diaphoretic (merangsang keringat) dan agen diuretic (merangsang berkemih), citronella dapat membantu upaya mengeluarkan racun dari tubuh. Minum satu sampai dua tetes citronella essential oil murni dengan madu dan lemon serta air hangat dapat meningkatkan peluruhan kelebihan lemak, sodium, asam urat dan racun.
- Pengharum Alami. Karena memiliki aroma bersih dan segar, mirip aroma lemon atau lemongrass, citronella merupakan bahan yang umum ditemukan dalam sabun, lilin, dupa, parfum dan kosmetik. Anda dapat menghilangkan bau di rumah, pencuci piring, kulkas dan mesin cuci dengan mendifusikan atau menyemprotkan citronella oil yang telah dilarutkan dengan air.
- Melemaskan Otot. Citronella oil (minyak sereh wangi) membantu meningkatkan aliran darah sehingga menurunkan kejang otot, nyeri, kram dan pembengkakan. Coba pijatkan citronella oil yang telah dicampur dengan carrier oil ke otot yang sakit atau ke daerah perut untuk meredakan kram PMS.
- Pembersih Dapur. Citronella oil (minyak sereh wangi) terbukti memiliki sifat antijamur dan sifat antibakteri kuat sehingga membantu membersihkan dapur, kamar mandi atau permukaan rumah tangga tanpa perlu bahan kimia. Senyawa dalam minyak ini, termasuk methyl isoeugenol, efektif mengurangi patogen dari makanan dan bahkan bakteri berbahaya.
- Perawatan Kulit Alami. Selain mencegah gigitan serangga, penelitian menunjukkan citronella oil juga bisa membantu menyembuhkan dermatitis, mengobati eksim, memperlambat penuaan kulit, menyembuhkan bekas gigitan serangga dan mengobati infeksi jamur pada kulit. Minyak ini juga mampu mempercepat penyembuhan luka, dan mungkin bermanfaat menanggulangi jerawat, menyingkirkan kutil, mengobati bisul dan menyembuhkan bintik-bintik pada kulit terkait usia. Menggunakan citronella oil juga dapat membuat kulit tampak muda dan halus dan bahkan mengurangi kerusakan akibat paparan sinar matahari. Kombinasikan sejumlah kecil citronella oil dengan minyak kelapa dan pijatkan ke wajah, atau tambahkan 1-2 tetes pada air mandi atau air pencuci wajah. Sebagai obat rumah untuk jerawat, cobalah mengoleskan satu tetes citronella essential oil murni pada jerawat tiga kali sehari. Pastikan menggunakan kapas steril.
- Menenangkan Hewan Peliharaan. Walaupun terdengar aneh, citronella oil (minyak sereh wangi) efektif menenangkan anjing yang selalu menggonggong. Selain itu, menyemprotkan citronella pada furnitur atau sprei akan membuatnya bebas dari bakteri, hama dan bau. Tambahkan beberapa tetes ke botol semprot bersama dengan air, kocok, dan semprotkan ke seluruh rumah dan barang-barang rumah tangga.
- Shampo dan Conditioner Alami. Salah satu penggunaan paling populer citronella oil (minyak sereh wangi) adalah sebagai pembersih sekaligus kondisioner rambut. Minyak ini dapat membantu menghilangkan kelebihan minyak pada rambut sekaligus memerangi ketombe dan membuat rambut bersinar. Banyak orang juga merasa citronella oil menambah volume pada rambut, mencegah kusut dan membantu melindungi warna rambut dari kerusakan akibat matahari. Tambahkan beberapa tetes ke shampo atau conditioner, atau buat resep buatan sendiri menggunakan cleansing oil seperti minyak kelapa, yang juga bermanfaat bagi rambut.
Periode tahun 1965 - 1988
Akibat alat penyulingan daun serai wangi di desa Tanjung Kemala, habi terbakar, makan kebun
Serai Wangi keluarga kami ini tidak lagi dapat memproduksi minyak Serai
Wangi. Dengan tidak berproduksi minyak wangi lagi, maka berkuranglah nilai ekonomisnya.
Ada rasa sedih dihati ini, setiap aku ikut ayahanda pergi ke kebun serai wangi. Hamparan hijau daun serai wangi terbentang diatas Bukit Jehing. Didalam kehidupan ini, silih bergantinya rasa suka menjadi rasa duka, ada tawa ada pula tangis. Begitupun yang terjadi pada keluarga kami.
Tahun 1971 Paman Muhammad Tauzi bin Haji Muhammad Dum dan Paman Dani Pasirah Rambang Kapak tengah 2 yang berdomisili di Tanjung Rambang, berkunjung kerumah keluarga kami. Beliau berniat hendak melihat areal pertanian kebun serai wangi milik keluarga penulis. Aku diperintahkan oleh ibunda kami untuk mengantarkan mereka berdua pergi ke kebun serai wangi.
Kami bertiga pergi ke Bukit Jehing, melihat-lihat kondisi tanaman serai wangi. Paman Dani, berencana akan mengelola
kebun serai wangi ini, agar berproduksi kembali. Akan diadakan kembali alat penyulingan, sehingga daun serai wangi dapat diproduksi menjadi minyak serai wangi. Namun sampai
tulisan ini dibuat, tidak ada tindak lanjut dari rencana
tersebut.
Walaupun kami telah berdomisili di Provinsi Lampung, namun keberadaan tetap kami pantau. Keberadaan kebun Serai Wangi ini masih dapat dipertahankan. Di Akhir tahun 1983, ayahanda kami menyampaikan niatnya kepada kami anak-anaknya. "Alangkah baiklah kalau kebun serai wangi di Bukit Jehing diurus kembali. Alat penyulingan daun serai wangi, kita beli. Oleh sebab itu, kita harus pulang kampung ke Jiwa Baru. Kita produksi kembali minyak serai wangi,. Pasaran minyak serai wangi saat ini sangat baik"
Namun sangat disayangkan niat ayahanda kami, tidak ada satupun anak-anaknya yang berniat hendak kembali pulang kampung. Dengan alasan sekali merantau, berat rasanya kalau kembali ke kampung.
Periode tahun 1988 - sekarang
Dilahan perkebunan Serai Wangi itu, saat ini telah beralih fungsi dan beralih yang mengelolanya. Pengolola bekas areal perkebunan Serai Wangi keluarga kami itu telah diambil oleh warga desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Rasa marah memang membuat kita tak nyaman. Marah berasal dari emosi yang sangat tinggi terhadap seseorang yang berbuat salah. Disaat marah pasti kita merasa kecewa. Kekecewaan selalu datang pada sahabat atau pacar yang membuat hati kita tersakiti, terluka bahkan karena ucapan yang terlalu menyindir. Namun, rasa kecewa bukanlah suatu alasan untuk kita harus lemah tapi sangat sulit untuk dituntaskan. Ketika marah dan kecewa yang menjadi problem, maka selalu saja kita terserang berbagai penyakit seperti galau, sakit hati, gelisah, badmood dll. Nah, buat kalian yang sedang marah sama seseorang baik itu pacar atau siapa. Maka kali ini admin berikan kata kata perasaan marah hati kecewa.
